Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label berita. Tampilkan semua postingan

Kamis, 03 Februari 2011

Release Party #5 Step!Magz

Tidak banyak yang kami harapkan dari gelaran ini selain ingin berbagi kesenangan dan sebagai bentuk rasa terima kasih kepada semua yang telah mendukung Step!Magz sejauh ini. Salah satu wujud itu tersaji pada Kamis (20/1), di Space Bar Palu.

Remy, salah satu band indie di kota ini yang juga merupakan 10 finalis dari ajang  indiefest 2010 adalah penampil pertama yang membuka gelaran ini ketika waktu menunjukkan pukul 20.00 wita. Bagi Remy, bisa dikatakan ini adalah pemanasan sebelum keesokan harinya band ini mengepak koper menuju ibu kota untuk merekam single “Diam” yang masuk dalam album kompilasi indiefest 2010.

Setelah penampilan Remy yang membawakan empat lagu, acara lantas dilanjutkan dengan menghadirkan kebolehan DJ Rully membeset perangkat turntablenya. Dua penampil lokal tersebut ternyata sukses sebagai pemantik sebelum akhirnya penonton menyaksikan aksi performer utama,Pee Wee Gaskins.
Aksi panggung Sansan (vocal/gitar), Dochi (bas), Ayi (gitar), Aldy Kumis (drum) dan Omo (synthsizer) membawakan 10 lagu ternyata sudah lebih dari cukup untuk membuktikan bahwa mereka memang band yang patut untuk diperhitungkan bukannya dicemooh.

Sisi depan panggung yang disesaki oleh dorks (sebutan buat penggemar fanatik PWG) menjadi rombongan paling bersuka ria malam itu ketika lagu “Satir Sarkas” jadi menu awal dari setlist PWG.

Meskipun sempat dua kali jeda karena masalah teknis ternyata tidak mengurangi minat dari para penonton untuk tetap berada di dalam venue. Terbukti ketika “Sebuah Rahasia” dilantunkan yang merupakan single pertama dari album terbaru “Ad Astra Per Aspera” sukses membuat penonton kembali berjingkrak. Menyusul “Berdiri Terinjak” dan lagu “Dari Mata Sang Garuda” yang dipilih sebagai lagu pamungkas. Terima kasih buat para penonton, dorks, pembaca Step!Magz, Sriwijaya Air, Nine FM, Skip FM yang bersedia menjadi mitra kami serta semua pihak yang turut serta membuat release party ini menjadi nyata. Kalian luar biasa (Ejha Rawk)

Sumber : www.stepmagz.com

Rabu, 19 Januari 2011

Cara Daftar Dorks Indonesia

Untuk pendaftaran Dorks Indonesia mohon mengirimkan data dengan format :

-Nama:
-Umur:
-TTL:
-Alamat lengkap:
-Nomor telepon:
-e-mail:
-Nama facebook:
-Foto

Kirim via e-mail: dorksofficial@gmail.com
http://pwg-dorks.blogspot.com
Dengan biaya pendaftaran,
Jabodetabek: Rp 80.000
Luar Jabodetabek: Rp 90.000 (temasuk ongkos kirim)

Jangan lupa selalu cek e-mail kalian untuk melihat balasan konfirmasi pendaftaran.

Jumat, 14 Januari 2011

Olahraga pagi bareng Pee Wee Gaskins

Olahraga pagi bareng Pee Wee Gaskins
Sabtu, 15 Januari 2011
Jam 6.30 pagi
di depan kantor PSSI stadion utama senayan.

Kamis, 06 Januari 2011

PWG Interview Radio di Bogor

Hari ini (06/01/11) Pee Wee Gaskins ke bogor interview radio ke radio total 5 radio di bogor.

Jumat, 24 Desember 2010

Pee Wee Gaskins Klarifikasi Insiden Pemukulan di Surabaya

Di suatu sore para personel Pee Wee Gaskins (PWG) berkunjung ke kantor Rolling Stone untuk menjelaskan langsung insiden pemukulan oleh para Bonek (supporter Persebaya) terhadap road manager mereka yang berbuntut batal manggungnya mereka di festival Coca-Cola Soundburst yang digelar di Surabaya pada Sabtu (11/12) silam.
Insiden pemukulan dipicu oleh rumor yang beredar beberapa hari sebelumnya bahwa PWG telah membakar bendera Bonek. Rumor ini beredar melalui situs jejaring sosial dan SMS di Surabaya.
Vokalis Sansan, drummer Aldy dan keyboardist Omo hadir lebih dulu sementara bassist/vokalis Dochi kemudian datang menyusul kemudian. Satu-satunya personel PWG yang absen di wawancara hari itu adalah pemain bass Ayi yang sedang ada kegiatan lain.

Mengapa bisa terjadi insiden pemukulan tersebut?
Sansan: Itu karena isyu, fitnah. Sehari sebelum (kejadian) gue nggak tahu apa-apa. Waktu itu BlackBerry gue mati. Pas hidup lagi gue lihat di timeline ramai tweet anak-anak yang bilang “jangan percaya gossip yah, itu fitnah,” ya semacam itulah. Gue tanya ada apa? Ternyata beredar fitnah kalau kami membakar bendera Bonek, padahal besoknya kami mau manggung di Surabaya. Waktu gue tanya Reggie (road manager PWG) kabarnya sudah diklarifikasi di Facebook. Dan paginya kami berangkat ke Surabaya, ternyata isyu itu masih beredar kencang. Disana juga gue ketemu sama dorks (fans PWG) di hotel dan ngobrol-ngobrol. Akhirnya Reggie ngabarin kalau kami batal manggung, katanya panitia didesak kepolisian, dan kepolisian juga di desak sama Bonek, katanya kalau tetap manggung acara akan dibikin rusuh.

Kapan pertama kali isu itu beredar?
Sansan: Isu ini beredar seminggu sebelum kami datang ke Surabaya. Sebenarnya kami sudah mediasi dengan pihak Bonek di Bandung (pekan lalu). Ketemuan dengan komandan Bonek dan humasnya di Bandung. Tujuan utama kami ke Bandung melakukan press conference untuk mengklarifikasi insiden itu. Yang datang ke Bandung dari pihak Bonek ada komandannya Amin Gimbal, Haji Imran, tokoh masyarakat Surabaya. Ada perwakilan Viking (supporter Persib Bandung) juga, karena Viking sama Bonek kan akrab tuh. Kami pilih tempatnya di Bandung dengan alasan keselamatan mereka, Bonek sangat berselisih dengan The Jak, supporter bola dari Persija Jakarta.

Kabarnya mereka punya bukti foto kalian sedang membakar bendera Bonek dari akun Twitter PWG?
Sansan: Sama sekali nggak benar, kalau di cek di timeline kami juga nggak ada. Gue justru tahu isu ini karena baca Hai Online. Mereka juga masih mencari fotonya. Kalau memang ada silakan diusut dan diperpanjang, dibawa ke jalur hukum. Kalau memang ada berarti kami salah. Sementara sampai sekarang ini faktanya foto itu tidak ditemukan.

Siapa personil PWG yang suka menonton sepak bola?
Sansan: Nggak ada. Paling belakangan ini kami nonton bola karena TimNas Indonesia menang terus. Jadi anak-anak nonton bareng piala AFF dan paling Piala Dunia tempo hari.
Aldy: Anak-anak sendiri juga nggak ada yang suka banget sama bola, diajak main futsal aja pada males kok.

Apakah pihak Bonek meminta maaf karena kalian dipukuli anggota mereka?
Sansan: Nggak sama sekali, mereka bilang kalau ini persiteruan yang nggak selevel karena Bonek sudah lama berdiri, sementara PWG adalah band yang baru berdiri.
Aldy: Ya, nggak apa-apa, lagian nggak mungkin juga selevel, lawan kami supporter bola.

Apakah itu konser pertama kalian di Surabaya?
Aldy: Nggak, sudah sekitar 6 kali kami main di Surabaya.

Kapan terakhir kali main di Surabaya?
Aldy: Kami terakhir main di Surabaya aman-aman aja, karena dorks disana juga sudah berkoordinasi.

Kembali ke masalah insiden pemukulan. Bagaimana kronologinya?
Sansan: Karena cuma crew yang ke venue, gue dan player yang lain tetap di hotel. Setelah tahu nggak jadi manggung akhirnya kami memutuskan tetap berangkat ke radio untuk promosi album baru kami. Kami naik taksi ke sana. Ternyata ujungnya wawancara ini malah mendatangkan massa Bonek ke radio tersebut. Katanya, sewaktu kami lagi wawancara, para Bonek ini sedang berkumpul buat membicarakan rencana penyerbuan besok.

Berapa orang Bonek yang datang ke radio tersebut?
Sansan: Sekitar 30 orang sih. Nggak sampai 50 orang. Dan mereka semua datang naik motor. Itu kejadiannya sebelum selesai wawancara. Jadi pas kami datang, mereka belum ada.
Aldy: Suasananya dari awal emang sudah nggak enak, pihak radionya juga jadi ketakutan. Sebelum selesai wawancara kami dievakuasi. Gue sama Omo (keyboardist) dan Dochi (vokal/bass) selamat, mereka (Sansan, Reggi, Ayi) ketinggalan. Taksinya Sansan lama datangnya. Sampai dihotel gue telepon Sansan tapi handphone-nya sudah nggak aktif. Ternyata Reggie yang kena pemukulan.
Sansan: Dan orang yang gebukin Reggi datang pas forum kemarin. Secara pribadi dia minta maaf, tapi bukan atas nama Bonek. Reggi dipukul dengan tangan dan pakai helm sampai berdarah.

Kabarnya setelah pemukulan itu kalian sempat di evakuasi polisi?
Sansan: Iya, kebetulan ada seorang intel lagi patroli karena jalan sekitar itu adalah jalan protokol, kalau di Jakarta seperti Jalan Sudirman lah. Waktu itu kami sempat diamankan di pos satpam dan akhirnya polisi datang dua mobil, kami dibawa pakai mobil polisi untuk diamankan di kantor polisi. Tapi polisi datangnya lama banget. Karena sampai ke kantor polisi pun kami masih diikuti. Dan saat itu kami ditanya pihak kepolisian, apakah mau diperpanjang atau diusut? Reggie bilang nggak usah. Lalu kami dijemput panitia dan dipindahkan hotelnya. Tapi kami tetap nggak jadi main. Besok paginya kami pulang ke Jakarta.

Kabar versi lain beredar juga bahwa insiden tersebut adalah bagian strategi promosi album baru kalian?
Sansan: Kalo gitu sama aja menukar nyawa dong...
Aldy: Pakai logika aja, kalau itu memang bagian dari promo, band jadi besar, tapi nyawa hilang buat apa dong?

Kabarnya ada salah seorang artis yang pernah diceritakan salah satu dari kalian tentang strategi promosi menggunakan komunitas Anti PWG ini?
Sansan: Nggak mungkin banget lah. Gue sendiri aja sudah muak denger APWG, ini lagi muncul masalah baru. Waktu masalah APWG sudah reda muncul lagi masalah ini.
(Tak lama kemudian pemain bass sekaligus leader Pee Wee Gaskins, Dochi, hadir di kantor Rolling Stone dan segera bergabung dalam wawancara ini.)

Kabarnya Anda sempat bicara dengan salah seorang bassist terkenal tentang kalian yang membentuk sendiri komunitas Anti PWG?
Dochi: Nggak pernah. Kalau ngomong sama dia masalah bass doang. Kemarin kami juga sempat ditanya seperti itu, tapi ya nggak mungkin lah. Ngapain banget, lebih banyak ruginya daripada untungnya kalau seperti itu.
Ada keinginan untuk melanjutkan kasus ini ke jalur hukum?
Dochi: Memang rencananya dilanjutkan. Pokoknya itu akan kena pasal berlapis, di antaranya, perbuatan yang tidak menyenangkan, pencemaran nama baik melalui gambar dan tulisan.

Kalian didampingi pengacara?
Dochi: Belum tahu persis karena itu label kami yang mengurus. Yang kami concern pelakunya. Kemarin kami sempat nge-tweet juga bagi para dorks yang tahu ada isu kayak gitu tolong di print screen dan dilaporin ke kami. Banyak e-mail yang masuk, tapi sayang bukan fotonya.
Ini ancaman terberat kalian selama berkarir di industri musik?
Dochi: Oh iya, jelaslah. Ini taruhannya nyawa kami terancam. Tapi ada kejadian lucu juga. Pas kemarin sesudah pertemuan dengan Bonek, perwakilannya nyamperin gue dan nanya, “Kamu yang namanya Dochi? Sebentar yah,” gue kaget juga, ada apa lagi ini? Ternyata dia menelepon dan memberikan ponselnya ke saya, “Ini pacar saya mau ngomong, dia penggemar kamu” (tertawa). Sementara mereka yang tua membawa anak-anaknya dan mereka malah minta foto bareng kami (tertawa).

Sumber : www.rollingstone.co.id

Jumat, 17 Desember 2010

Rolling Stone Indonesia Top 10 Albums

Rolling Stone Indonesia Top 10 Albums

Dochi "PWG" : Terima kasih 2010

Sekarang siapa yang kini nggak mengenal sosok Dochi? Di sepanjang tahun 2010, frontman  dari Pee Wee Gaskins (PWG) ini memang bak roket yang terus melambung tinggi ke langit. Kiprahnya bersama PWG yang dibangunnya sejak tahun 2007 lalu memang berbuah hasil manis. Secara nggak sadar, semua yang dibangun lewat hobi musik kini membawanya ke jenjang yang jauh dari apa yang dibayangkan sebelumnya.

“Tahun 2010 ini menjadi masa yang spesial untuk gue. Banyak ketemu orang baru yang membawa gue ke banyak pengalaman baru yang menjadikan pelajaran tersendiri untuk gue pribadi,” paparnya kepada Hai Online .

Tetapi jangan sangka semua kesuksesan tersebut didapatnya mulus tanpa halangan. Di sisi lain, tahun 2010 ini mempunyai catatan kendala tersendiri bagi bassis berkacamata ini. Mulai dari kandasnya rencana merambah pasar Asia Tenggara hingga aksi Anti Pee Wee Gaskins (APWG) yang kembali merebak baru-baru ini sukses menjadi pelajaran tersendiri untuknya.

Beruntung semua berbuah positif dan juga berujung menjadi sebuah titik di mana cowok yang bernama lengkap Alditsa Dochi Sadega ini lebih bisa membangun diri untuk menghadapi segala sesuatu terutama dalam menyikapi berbagai hal yang ada.

“Mulai dari banyaknya pekerjaan yang datang, album baru, clothing line  gue, pujian dan halangan yang datang di satu tahun belakangan membuat gue lebih mengerti bagaimana harus bersikap dan membangun diri sendiri. gue sadar kalo semua yang gue dapet itu ternyata membuahkan tanggung jawab yang sangat besar. Nggak hanya untuk gue pribadi, tetapi juga untuk orang-orang di sekeliling gue. Maka dari itu, mau nggak mau gue harus lebih peka untuk memahami berbagai keadaan,” ungkap sang bassis.

Hidupnya kini memang nggak sama lagi seperti dulu. kesibukannya bersama PWG membawanya terus kepada dunia baru yang pada kenyataannya membuat Dochi rindu dengan suasana di mana penuh keriaan teman lama. Dan boleh jadi, gelaran launching  album terbaru PWG, Ad Astra Per Aspera  beberapa waktu lalu akhirnya menjadi klimaks bagi pengagum Forrest Kline ini.

“Dari semua yang gue alami, launching album PWG November lalu punya kesan mendalam banget. Buat gue acara tersebut bukan cuma launching  biasa karena semua dikerjakan sendiri dan di sana akhirnya gue manggung lagi bareng teman-teman lama gue seperti Thirteen, Sweet As Revenge dan banyak teman lama lainnya. Sempat pesimis, tetapi kenyataannya meriah banget. Klimaks deh pokoknya,” ucapnya sumringah.

“Yang pasti tahun 2010 menjadi sebuah masa di mana gue sadar untuk berkembang menjadi seseorang yang lebih baik lagi. Nggak untuk gue pribadi, tetapi untuk banyak orang yang bakalan gue temui nanti. Terima kasih, 2010!” tutupnya semangat.
http://pwg-dorks.blogspot.com
Sumber : www.hai-online.com

Pee Wee Gaskins Ditantang Bikin Lagu Bertema Sepakbola

Bandung - Band pop punk asal Jakarta Pee Wee Gaskins akhirnya berdamai dengan Viking dan Bonek. Kini, Pee Wee Gaskins pun ditantang untuk membuat lagu bertema sepakbola oleh mereka.

Ketua Viking Heru Joko menantang kepada para personel Pee Wee Gaskins untuk lebih kreatif dan jangan terpengaruh dengan masalah yang sedang menimpa mereka. Secara personal, Heru meminta kepada Pee Wee Gaskins untuk membuat lagu tentang sepakbola.

"Sok sekarang saya minta kalian bikin lagu tentang bola," ujar Heru usai mediasi antara Bonek, Viking dan Pee Wee Gaskin di Roger's Cafe, Bandung, Senin (13/12/2010) malam.

Mendapat tantangan dari Heru, para personel Pee Wee Gaskins tersenyum simpul. "Terima kasih atas dukungannya. Kita akan terus berkarya dan kita akan membuat lagu tentang sepakbola," ungkap Dochi, pembetot bass sekaligus vokalis Pee Wee Gaskins.

Sebelumnya, Heru juga mengimbau kepada bobotoh untuk tidak berbuat anarkis jika band Pee Wee Gaskins main di Bandung. Dirinya pun menawarkan perlindungan kepada band pop punk asal Jakarta ini jika ada undangan main di Bandung.

"Jangan takut. Hubungi saya saja kalau mau main di Bandung. Buat bobotoh juga jangan sampai melakukan hal-hal yang anarkis seandainya mereka main di Bandung," katanya.

Sebelumnya Pee Wee Gaskins diserang massa di Surabaya, Jumat (10/12/2010). Mereka diserang karena rumor yang beredar di dunia maya yang menyebutkan Pee Wee Gaskins membakar bendera Bonek saat mereka manggung. Selain bendera Bonek, Pee Wee Gaskins juga dituduh membakar bendera Viking.

Disinggung mengenai isu ini, Heru kepada detikhot menegaskan bahwa pihaknya akan mencari kebenarannya terlebih dahulu. Dirinya yakin bahwa isu yang berawal dari akun Facebook salah seorang Anti Pee Wee Gaskins (APWG)-sebutan untuk pembenci Pee Wee Gaskins- adalah tidak benar adanya.

"Itu hanya orang iseng saja yang tidak suka. Justru band-band seperti ini harus didukung. Saya sangat support mereka karena karya mereka juga bagus. Bahkan ada satu lagu yang setiap pertandingan bola diputar," ucap Heru.
http://pwg-dorks.blogspot.com
Sumber : www.music.detikhot.com

Pee Wee Gaskins Sudah Tahu Identitas Penyebar Isu

Gara-gara ulah tangan jahil yang menyebarkan berita Pee Wee Gaskins menyobek dan membakar bendera Bonek - supporter klub sepak bola Persebaya lewat Facebook, band yang dimotori Dochi, Sansan, Eye, Omo, dan Aldy jadi tertimpa masalah berat dengan penggemar bola di Surabaya.

Akibatnya, sang road manager terpaksa kena bogem mentah para Bonek saat akan tampil di konser Coca Cola Sunburst di Kota Pahlawan, Sabtu (11/12) lalu. Dengan geram, para personil Pee Wee Gaskins mengungkapkan akan memberi pelajaran kepada 'oknum' di situs jejaring sosial tersebut.

"(Awalnya) dari Facebook ada orang yang nggak bertanggung jawab. Kalau dilihat tuh orang cuma mau iseng, cuma mau mencelakakan kita, cuma kalau udah kayak gini udah kebangeten. Kita lagi cari, lagi usut sampai orangnya ketemu. Kita udah tahu bakal kena pasal pelanggaran berlapis, ada 310, 355, 356. Pokoknya dipastikan orangnya ketemu, masa depannya gelap aja," tegas Dochi yang ditemui di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin (13/12).

Diakui Dochi, di Facebook sangat banyak para haters yang sengaja membuat akun baru hanya untuk menyebarkan isu, hingga akhirnya gosip pembakaran bendera itu didengar para Bonek. Dan berkat bantuan beberapa pihak, Pee Wee Gaskins pun sudah mengetahui siapa pelaku utamanya.

"Sudah tahu sih sebenernya, dari FB-nya udah ketangkep IP address-nya, jadi udah tahu orangnya udah ketahuan, jadi kita tinggal tunggu waktu aja," ujar Dochi.
http://pwg-dorks.blogspot.com
Sumber : www.musik.kapanlagi.com

Pertemuan Damai Bonek dan Pee Wee Gaskins

baru aja nih pihak PWG, Bonek dan Viking mengadakan pertemuan di Roger Café Bandung (13/12/2011 jam 19.00 - 20.00 WIB).

“Kita disini ingin berkenalan dan bersilaturahmi juga mencoba meluruskan bahwa Pee Wee Gaskin tidak pernah melakukan tindakan seperti itu. Jadi yang kemaren itu sebenernya kita salah berkenalan,” ujar Dochi. PWG melalui vokalisnya menyatakan bahwa berita tersebut sama sekali tidak benar.

Kabar itu muncul dari Twitter dan Facebook Kamis (9/12) lalu. Belum sehari, gossip yang disebut Dochie sebagai fitnah ini, sudah beredar kemana-mana. Emosi para Bonek pun tersulut dengan mudahnya. Makanya pihak kepolisian meminta management PWG agar mereka nggak jadi tampil.

Sampai saat ini, belum diketahui siapa oknum dibalik kabar burung ini. “Berita ini bukan dari kita. Kita nggak tau ini berita datang dari siapa. Sekarang kita minta kerjasamanya untuk mencari siapa oknum di balik berita ini.  Dan nantinya akan kita serahkan ke pihak hukum,” Sansan menambahkan. Dan selama pertemuan tadi, kedua pihak juga sepertinya sepakat menutup cerita insiden Surabaya. Kedua pihak sama sama tidak mau bercerita lagi baik soal kronologis maupun kejadian. Pihak Pee Wee Gaskin juga mengungkapkan kalau mereka hanya dihadang. "Ikhlasin saja. Biar jadi pelajaran saja buat masyarakat Indonesia, supaya tidak mudah termakan gosip," Ujar Regi sang road manager yang kemarin dikabarkan jadi korban.


Pihak Bonek jauh-jauh dateng dari Surabaya memang datang bukan untuk berdebat. Tapi buat meluruskan kesalahpahaman ini. “Kalau memang terbukti, secara hukum kita proses aja,” ujar Hamim, salah satu perwakilan Bonek pada media. Hal ini juga ditegaskan kembali oleh Dochi cs. Mereka meminta ke semua pihak yang terlibat untuk sama-sama mencari oknum yang ada di balik ini semua. “Agar si oknum ini tau, kalau apa yang udah dia lakukan ini tuh bukan lelucon lagi, dia udah menghambat karir kami sebagai band,” ujar Dochi.

Selanjutnya Dochi juga bilang kalau mimpinya dan PWG adalah biar bisa melihat setiap sudut indonesia, mewakili generasi dan juga bawa semangat nasionalisme. “Tapi dengan adanya kejadian kayak gini, mimpi kita jadi ketutup," kata Dochi.

Mereka akan terus mencari siapa sih yang bikin kesalahpahaman dari tiga pihak ini. PWG sendiri udah menyewa lawyer khusus menangani masalah ini.


Akhirnya pertemuan tadi ditutup dengan jabatan tangan ketiga belah pihak. Heru Joko selaku ketua Viking menutup obrolan dengan meminta Pee Wee Gaskins untuk membuat lagu mengenai sepakbola di Indonesia. “Yah.. biar bisa damai lah!” begitu katanya.
http://pwg-dorks.blogspot.com
Sumber : www.hai-online.com

Road Manager Pee Wee Gaskins Dihajar Bonek!

Hari Sabtu (11/12) lalu, Pee Wee Gaskins seharusnya manggung bersama band lainnya di acara Cola Cola Sunburst yang dihelat di Surabaya. Namun, rencana itu tiba-tiba batal karena ditakutkan adanya kerusuhan gara-gara isu Pee Wee Gaskins membakar bendera Bonek - supporter sepak bola Persebaya. Dan memang ketakutan itu menjadi kenyataan, sang road manager bernama Regi dikeroyok sejumlah orang.

"Dia (Regi) kan keluar dari mobil. Nah saat itu kondisinya kita mau ke arah lokasi Coca Cola Sunburst, niatnya pengen ngobrol dulu sama Bonek-Bonek itu. Cuma akhirnya baru ngelangkahin satu kaki tiba-tiba langsung dipukulin abis. Terus abis itu ya sudah, akhirnya diamanin ke polisi, kita bikin BAP juga, abis itu kita kembali ke Jakarta," tutur Sansan, sang gitaris di studio DAHSYAT, RCTI, Kebon Jeruk, Jakbar, Senin (13/12).


Atas pemukulan itu, Regi hingga saat ini masih berada di rumah sakit dan menjalani visum. "Cukup banyak lah luka-lukanya, cuma hasilnya belum keluar karena baru masuk. Kita bakal ngadain preskon dan sedetail-detailnya bakal kita kasih tahu di sana," sambungnya.

Ditegaskan Pee Wee Gaskins, mereka tidak pernah melakukan apa yang dituduhkan 'oknum' di Facebook mengenai penyobekan maupun pembakaran bendera Bonek. Ia pun memaparkan tentang lagu Pee Wee Gaskins berjudul Dari Mata Garuda yang dibuat benar-benar dari hati.

"Ya kita kan sebenarnya band, dan band yang nggak pernah nyulut masalah dengan band lain, apalagi merobek bendera supporter bola suatu daerah. Itu sudah bener-bener di luar akal sehat dan keluar dari hati nurani lagi deh kayak gini. Ya makanya kita harus klarifikasi. Sisi baiknya, kita juga dapat full dukungan dari temen-temen, ya mudah-mudahan cepet kelar," kata Dochi.

Dan sebenarnya, lanjut Sansan, sebelum tiba di Surabaya pihaknya merasa gosip pembakaran bendera sudah clear. "Cuma karena ada informasi yang tidak disebar dengan baik, akhirnya ada salah paham. Kita bakal ngadain pertemuan sama mereka (Bonek) kalau keadaannya sudah dingin, ya nanti bakal dijelasin, soalnya kita - dua pihak ini korban," pungkas Sansan.
http://pwg-dorks.blogspot.com
Sumber : www.musik.kapanlagi.com

Dituduh Bakar Bendera Bonek, Pee Wee Gaskins Batal Konser

Gara-gara diisukan membakar bendera Bonek - penggemar klub sepakbola Persebaya, grup band yang sedang naik daun Pee Wee Gaskins langsung terkena imbasnya. Rencana konser di Surabaya tiba-tiba dibatalkan karena takut adanya kerusuhan.

"Pertimbangannya karena kondisi tidak kondusif, makanya diminta nggak usah manggung. Polisi yang jaga keamanan konser takut rusuh. Sementara panitia juga menyarankan untuk tidak manggung supaya nggak rusuh, jadilah kami memutuskan batal manggung," tutur manajer Pee Wee Gaskins, Bowo, yang dihubungi KapanLagi.com™ via telepon, Sabtu (11/12).

Diceritakan Bowo, awal masalah ini dimulai dari isu Pee Wee Gaskins membakar bendera Bonek sebelum pentas. Hal itu langsung dibantah keras oleh Bowo. "Nggak tahu siapa yang nyebar isu itu, kita nggak pernah melakukan itu. Kalaupun kami jadi Bonek, kami juga pasti marah mendengar berita itu. Makanya kami bisa maklum kalau takut rusuh jika kami manggung," tukas Bowo yang rencananya bakal menggelar preskon pada Senin (13/12) besok.

Sang manajer pun mengakui, ia dan bandnya sudah mendengar fenomena anti Pee Wee Gaskins sebelumnya. Namun pihaknya sama sekali tidak merespon hal itu secara negatif. "Mereka juga memperhatikan Pee Wee Gaskins, hanya reaksinya saja yang berbeda. Sekarang kami sedang mengkampanyekan berbeda itu tidak harus jadi masalah, agar fans kami tidak rusuh," terangnya.
Bowo hanya menyayangkan karena akibat kejadian ini, para penggemar Pee Wee Gaskins yang berada di Surabaya merasa kecewa. "Ya pasti kecewa ya fans yang udah nungguin di Surabaya. Apalagi kamu sudah lama nggak manggung di Kota Pahlawan. Makanya rencana mengklarifikasi sedang kami susun, supaya ke depan kami bisa memuaskan masyarakat Surabaya," pungkas Bowo.
http://pwg-dorks.blogspot.com
Sumber : www.musik.kapanlagi.com

Sabtu, 11 Desember 2010

Press Release Surabaya 11 Desember 2010

Kepada
Rekan-rekan Media
Yang kami hormati

Salam musik,

Mewakili Alfarecords artist management, dengan ini kami menginformasikan, hari ini, Jumat 10 Desember 2010 telah terjadi tindakan yang tidak menyenangkan terhadap salah satu artis kami yaitu PEE WEE GASKINS.

Tindakan yang tidak seharusnya dialami oleh musisi manapun baik di Indonesia atau di luar Indonesia.
Sore ini, rombongan PEE WEE GASKINS diserang oleh sekelompok oknum yang mengaku sebagai supporter salah satu klub sepakbola terbesar di Surabaya, Jawa Timur setelah melakukan kegiatan interview di salah satu radio di Surabaya.

Mereka menyerang rombongan PEE WEE GASKINS dengan membabi-buta menggunakan kayu, batu conblok, serta helm sebagai senjata. Salah satu korban dari tindakan oknum-oknum itu adalah roadmanager PEE WEE GASKINS yang mengalami memar di wajah dan luka di bagian kepala karena dipukul dengan helm dan batu conblok.

Akar permasalahan ini bermula dari adanya gosip atau rumors yang berkembang di salah satu situs jejaring sosial yang mengatakan PEE WEE GASKINS melakukan pembakaran terhadap bendera dan atribut dari team sepakbola tersebut.

Perlu kami sampaikan dan harap digarisbawahi, PEE WEE GASKINS TIDAK PERNAH melakukan pembakaran terhadap bendera atau atribut dari team sepakbola manapun atau pihak manapun. Hal ini murni karena adanya rumor yang dihembuskan oleh beberapa pihak yang tidak suka dengan PEE WEE GASKINS dengan memanfaatkan kemajuan teknologi internet, sehingga informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya ini bisa diketahui oleh semua pihak yang mengakses internet. PEE WEE GASKINS TELAH MENJADI KORBAN SEBUAH FITNAH KEJI YANG DISULUT SEGELINTIR ORANG YANG SANGAT TIDAK BERTANGGUNG JAWAB. Dan perlu ditekankan, dalam insiden ini, hanya melibatkan kelompok Pee Wee Gaskins dsengan sekelompok oknum supporter sepakbola fanatik. Tidak terlihat satupun kelompok yang sering mengaku sebagai APWG (Anti Pee Wee Gaskins).

Sebelum berangkat ke Surabaya, PEE WEE GASKINS juga sudah melakukan konfirmasi via Twitter yang menyatakan mereka tidak melakukan pembakaran bendera dan atribut team sepakbola. Konfirmasi mereka ternyata sudah mendapat tanggapan positif dari pengurus team sepakbola di Surabaya. Namun entah mengapa, beberapa oknum pendukung team sepakbola tersebut akhirnya bisa menyerang rombongan PEE WEE GASKINS setelah melakukan interview radio di Surabaya.

Dengan tidak mengurangi rasa hormat, mewakili Alfarecords Artist Management, kami meminta maaf karena atas alasan keamanan akhirnya membuat PEE WEE GASKINS tidak bisa menghibur penikmat musik di kota Surabaya, yang rencananya akan dilakukan Sabtu, 11 Desember 2010.

Kami juga ingin mengklarifikasi bahwa berita mengenai pembakaran bendera klub sepakbola di Surabaya maupun di Bandung adalah sama sekali tidak benar dan merupakan sebuah fitnah keji yang disulut oleh segelintir orang yang tidak bertanggung jawab.

Demikian press release ini kami sampaikan untuk diketahui bersama oleh rekan-rekan pers dan demi mencegah terjadinya kembali kasus pengeroyokan kepada musisi berbakat Indonesia atau bahkan musisi asing yang sedang berada di Indonesia.

Terimakasih atas perhatian dan kerjasama rekan-rekan media.

Maju terus musik Indonesia.

Sumber : www.peeweegaskinsjkt.com

Pee Wee Gaskins : Batal Hibur Surabaya

Kabar nggak enak datang dari Pee Wee Gaskins. Pasalnya, band yang digawangi oleh SanSan (vokal/gitar), Dochi (bass/vokal), Eye (gitar), Omo (synthesizer) dan Aldy Kumis (drum) ini terpaksa membatalkan jadwal panggung mereka di Surabaya yang rencananya berlangsung hari Sabtu (11/12) ini di Pantai Ria Kenjeran, Surabaya dalam gelaran puncak Coca-Cola Soundburts.

Hal tersebut dikarenakan diserangnya mereka oleh sekelompok oknum yang mengatasnamakan supporter dari salah satu klub sepakbola Surabaya akibat isu pembakaran bendera klub tersebut oleh Dochi cs yang berhembus di situs jejaring sosial beberapa waktu lalu.

Dalam pernyataan yang tertera dalam website mereka, www.peeweegaskinsjkt.com , rombongan PWG diserang setelah melakukan kegiatan interview di salah satu radio di Surabaya. Mereka diserang oleh sekelompok rombongan yang bersenjatakan kayu, batu, serta helm sebagai senjata. Akibatnya, salah satu kru mereka mengalami memar di wajah dan luka di bagian kepala.

Hal ini memang cukup mencengangkan. Dalam pernyataan tersebut pihak PWG sudah melakukan konfirmasi melalui Twitter yang menyatakan mereka membantah isu tersebut dan menyakini tidak melakukan pembakaran bendera atau atribut team sepakbola sebelum berangkat ke Surabaya. Konfirmasi tersebut ternyata sudah mendapat tanggapan positif dari pengurus team sepakbola di Surabaya.

:"Gue sudah di Jakarta. Ini kita semua lagi meeting untuk membahas masalah ini," papar Dochi singkat kepada Hai Online.

Semoga semuanya cepat membaik ya! 

Sumber : www.hai-online.com

Diserang Massa, Pee Wee Gaskins Batal Konser di Surabaya

Surabaya - Band pop punk Pee Wee Gaskins rencananya akan bergabung dalam konser Soundburst di Surabaya. Namun karena diserang massa, mereka pun batal pentas.

Soundburst akan digelar Sabtu (11/12/2010) di Pantai Ria Kenjeran, Surabaya. Pee Wee Gaskins jadi salah satu pengisi acara di samping Koil, Rocket Rockers, The S.I.G.I.T dan banyak lagi.

Sejak Jumat (10/12/2010) Sansan cs telah berada di Surabaya untuk sekaligus promo album baru mereka di beberapa radio. Namun ternyata warga Surabaya tidak menyambut baik mereka. Para APWG (Anti Pee Wee Gaskins) membuat masalah yang diduga melukai hati penggemar berat Persebaya, Bonek.

"APWG adu domba bonek blg kita bakar bendera persebaya. Bonek ancem polda kl PWG main mau dirusuhin," tulis personel PWG Dochi lewat pesan singkatnya kepada detikhot, Sabtu (11/12/2010) dini hari.

Sebagian personel Pee Wee Gaskins sempat terjebak massa. Road manajer mereka bahkan dipukuli massa tersebut. Mereka pun sempat diamankan di kantor polisi. Sementara personel lainnya menanti di hotel dengan cemas.

"Di depan hotel banyak motor diduga bonek," lanjut Dochi.

Sumber : www.music.detikhot.com

Minggu, 28 November 2010

Liputan 'AD ASTRA PER ASPERA' Release Party

Liputan 'AD ASTRA PER ASPERA' Release Party


Jum'at, 3 Desember 2010
Pkl. 20.00 WIB
Clas News, GlobalTV

Minggu, 21 November 2010

Coca Cola Soundburst Music Lapangan D Senayan Jakarta, 6 November 2010

http://www.brosurku.com/brochures/8309-thumb-soundburst.jpg

Lebih kurang 50 grup band papan atas Indonesia dipastikan tampil di panggung Konser Musik Coca-Cola Soundburst yang akan digelar secara marathon di delapan kota di Indonesia hingga akhir 2010.

“Program Coca-Cola Soundburst merupakan upaya menghadirkan pengalaman bermusik serta menikmati musik kepada remaja Indonesia pencinta Coca-Cola, setelah tahun lalu kami sukses menghadirkan program musik Buka Semangat Baru,” kata Marketing Manager Coca-Cola Trademark, PT Coca-Cola Indonesia, Toni Darusman di Bandung, Jumat.

Konser musik itu terdiri atas tur musik dan sebuah festival puncak. Rangkaian tur musik dibuka dengan konser perdana di Lapangan Gasibu Kota Bandung (31/10), Jakarta (6/11), Balikpapan (7/11), Palembang (14/11), Medan (28/11), Denpasar (28/11), dan Yogyakarta (5/12).

Sementara pada puncak program di gelar berupa festival di Surabaya yang akan menghadirkan musisi asal Denmark, MEW, 11 Desember mendatang.

Konser musik yang digelar perusahaan minuman botol terkemuka itu, kata Toni, tidak hanya menyajikan pertunjukan musik bermutu, namun memberikan pengalaman serta ajakan untuk menjalankan gaya hidup positif bagi peserta.

Soundburst Jakarta
Tempat & tanggal konser:
Lapangan D Senayan Jakarta, 6 November (14.00 – 21.00).

Menampilkan:
# GIGI
# Kotak
# Saint Loco
# Deadsquad
# Pee Wee Gaskins
# Souljah
# Cozy Republik
# Burger Kill
# Reno Pratama
# Omelette
# Electra
# Solitare Addict

Cara dapatkan tiket masuk:
Tukarkan 6 stiker dari pembelian Coca-Cola di kantin sekolah (1 botol gelas/PET/ kaleng = 1 stiker) atau bawa 3 botol plastik
PET Coca-Cola / Coke Zero / Teman Imut 250ml / Teman Seru (350ml / 425ml / 500ml) di lokasi Music Tour atau beli 1 paket Large Value Meal Coca-Cola di Burger King (1 paket = 1 tiket)
Info lebih lanjut: Coca Cola fan page
BERITA HARI INI----BILA INGIN MENGCOPY BERITA HARAP CANTUMKAN SUMBERNYA YAA DORKS

3rd Pee Wee Gaskins Anniversary

Tanggal 11 April adalah hari jadi terbentuknya Band Pee Wee Gaskins, pada 11 April 2010 menjadi hari yang sangat bersejarah bagi Dorks Bandung karena hari itu kita “Dorks Bandung” menjadi tuan rumah dalam perayaan ini. Sebelum perayaan dimulai Read More

Film Party Dork Memberantas APWG Eps.1

untuk komentar klik disini

PWG - Dari Mata Sang Garuda